English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google
not indonesian? translate here

Minggu, 09 Mei 2010

klasifikasi hewan, biologi kelas X

Vertebrata

Ciri-ciri umum Vertebrata
• Tubuh simetris bilateral (terdiri atas kepala, leher, badan dan ekor)
• Memiliki susunan ruas tulang belakang (kolumna vertebralis)
• Memiliki otak di dalam kranium (tulang tengkorak)
• Memiliki sistem alat tubuh yang beruas-ruas
• Mempunyai endoskeleton (rangka dalam) dengan ruas tulang belakang sebagai kerangka penguat tubuh
• Kulit berlapis-lapis (terdiri atas epidermis dan dermis)
• Otak terletak di kepala dan terlindung oleh tulang tengkorak
• Mempunyai selom (rongga dalam) yang dindingnya dilapisi selaput peritonium
• Semua anggota vertebrata mempunyai rahang dua pasang, kecuali kelas Agnatha (contoh: Cyclostomata)
• Sistem geraknya, mempunyai alat gerak aktif berupa otot dan memiliki anggota gerak berpasangan
• Sistem peredaran darahnya, jantung tumbuh baik dengan ventrikel dan atrium ( ada yang beruang dua, tiga atau empat)
• Sistem pencernaan makanannya, memiliki sistem pencernaan sempurna yang memanjang dari mulut hingga anus dibawah tulang belakang dan pada umumnya memiliki gigi, lidah, dua pasang rahang (kecuali pada Agnatha), terdapat hati dan pankreas
• Sistem pernapasannya, insang dimiliki vertebrata yang hidup di air dan paru-paru dimiliki vertebrata yang hidup di darat
• Sistem ekresinya, mempunyai sepasang ginjal dan ada yang mempunyai kandung kemih
• Sistem alat indera dan sarafnya, mempunyai sistem saraf pusat berupa otak dan sumsum tulang belakang dan pada umumnya mempunyai sepasang mata, sepasang telinga dan mempunyai kelenjar hormon
• Sistem reproduksinya, mempunyai alat reproduksi berpasangan (kecuali pada aves betina hanya memiliki satu ovarium kiri), kelamin terpisah (hermafrodit) di stadium larva dan setelah dewasa sebagai hewan diesis dan fertilisasinya eksternal dan internal.

A. PISCES
a. Ciri-cirinya :
• Pisces disebut hewan poikiloterm karena suhu tubuh tidak tetap (berdarah dingin) atau terpengaruh suhu di sekelilingnya
• Tubuhnya terbagi atas kepala dan badan atau kepala, badan dan ekor
• Kulit (cutis) terdiri atas dermis dan epidermis (pada umumnya bersisik dan berlendir)
• Mempunyai empat macam sisik, yaitu sikloid, stenoid, plakoid dan ganoid
• Disepanjang sisi tubuh terdapat titik perasa yang disebut gurat sisi yang berfungsi untuk mengetahui arus dan tekanan dalam air
• Memiliki endoskeleton (rangka dalam) terdiri atas tulang rawan dan tulang sejati
• Mempunyai ruas tulang belakang
• Mempunyai sepasang rahang, kecuali Agnatha (ikan tak berahang)


Ekosistem laut

b. Klasifikasi Pisces
1. Kelas Agnatha atau Cyclostomata (ikan tak berahang)
Sesuai dengan namanya, Agnatha tidak mempunyai rahang. Mulut berbentuk lingkaran, gigi dari zat tanduk, dan mempunyai lidah. Kulit tidak bersisik, rangka dari tulang rawan, dan jantung beruang dua. Hidup di laut, bernapas dengan insang, parasit pada ikan besar, dapat memakan daging hospesnya hingga tinggal kulit dan tulangnya. Pencernaan makanan berupa pipa lurus, mempunyai anus tanpa kloaka. Contoh : Ikan hantu (Myxine sp.) dan belut laut (lamprey); hanya memiliki satu lubang hidung (nostril)

2. Kelas Chondrichthyes (ikan bertulang rawan)
Sesuai dengan namanya, endoskeleton terbuat dari tulang rawan. Mulut dan lubang hidung terletak di bagian ventral, mempunyai lidah dan rahang. Kulit bersisik plakoid dan berlendir. Jantung beruang dua. Hidup di laut, bernapas dengan insang. Mempunyai dua pasang sirip dan sirip ekor yang pada umumnya heteroserkus. Terdapat kloaka, tidak ada pneumatosista. Contoh : Taeniura lymma (ikan pari macan) , Squalus sp. (ikan hiu), dan Narcina sp.

3. Kelas Osteichthyes (ikan bertulang sejati)
Sesuai dengan namanya, endoskeleton terbuat dari tulang keras. Mulut berahang , bergigi dan berlidah. Kulit berlendir, bersisik ganoid, sikloid atau stenoid, atau tidak bersisik. Jantung beruang dua, daerah berwarna pucat mengandung eritrosit yang berinti dan leukosit. Ikan ini juga mempunyai sisitem limfa dan sistemporta renalis. Mempunyai hati yang berkantong empedu. Lambung dipisahkan dari usus oleh sebuah katup, mempunyai kloaka, tetapi tidak jelas adanya pankreas. Terdapat gelembung renang. Mempunyai gurat sisi, indera mata, telinga dalam dengan tiga saluran semisirkuler dan memiliki otolit untuk keseimbangan. Hidup di laut, rawa-rawa atau air tawar. Bernapas dengan insang yang memiliki tutup insang (operkulum). Contoh : ikan lele (Ameiurus melas), kuda laut (Hippocampus sp.), salmon (Oncorhynchus sp.), sarden (Sardinops caerulea), tuna (Scomber scombrus) dan lain-lain.

c. Peranan Pisces bagi kehidupan manusia
1. Keuntungannya :
• Sumber protein hewani dan vitamin A
• Lemak ikan adalah sumber asam lemak tidak jenuh
• Di California, Filipina dan Srilanka, sirip ikan cucut dan ikan pari dikeringkan dan direbus, lalu dibuat gelatin untuk penyedap masakan sup
• Bahan kerajinan atau bahan ampelas dari kulit ikan cucut yang telah disamak
• Mendorong berdirinya pabrik-pabrik pengawetan ikan
• Tulang ikan untuk bahan perekat atau lem
• Sisa-sisa ikan dibuat tepung untuk pupuk atau makanan ternak
• Ikan sebagai bahan praktikum atau penelitian demi perkembangan dan kemajuan di bidang ilmu pengetahuan
• Usaha tempat rekreasi dengan tempat pemancingan
• Sebagai sumber mata pencaharian

2. Kerugiannya :
• Dapat menyerang dan melukai manusia
• Ikan cucut sering merusak jaring para nelayan
• Beberapa ikan besar juga memakan ikan atau Crustacea sehingga merugikan bagi manusia
Berberapa contoh pisces

Cucut Biola (Rhinobatos djidensis) (Forek)
Hidup di dasar laut lepas pantai, merupakan ikan buas. Makanannya ikan dan udang. Tersebar di lautan Indopasifik. Panjang dapat mencapai 300 cm.


Tangkur Kuda (Hippocampus sygnathidae)
Hidup di tepi pantai yang banyak tumbuhan. Telur diletakkan dalam kantong perut induk jantan. Tersebar di Indonesia dan perairan Indo-Pasifik lainnya.


Tambera
Hidup di sungai berarus deras jernih dan berbatu. Tergolong omnivor. Panjang 100 cm. Tersebar di Sumatera, Kalimanatn, Jawa, Thailand, dan Malaysia.

Betok Laut
Hidup di daerah karang. Berasosiasi dengan anemon laut. Panjang 8,5 cm. Tersebar di Afrika mencapai Malaysia.

Ikan Belut
Hidup di sawah, tepi sungai dan danau di habitat berlumpur. Tergolong dalam ikan pemangsa. Dalam awal daur hidup berjenis kelamin betina, tetapi saat sudah tua berubah menjadi jantan. Panjang dapat mencapai 75 cm. Ada di Asia dan Indonesia.
Ikan Kaji
Hidup di laut. Panjang mencapai 60 cm. Tersebar dari Afrika timur sampai dengan Cina dan Australia.


Kerabat ikan sedunia :
1. Kelas Agnatha
Tidak berahang, bermulut isap, terdiri atas satu bangsa, mencakup dua suku (tidak ada di Indonesia).
2. Kelas Chondrichthyes
Bertulang rawan, mempunyai sisik-sisik plukoid (keras, dermis) seperti ampelas, mempunyai 5-7 pasang celah insang.
3. Kelas Osteichthyes.
Bertulang keras. Kulit umumnya lemah dengan/tanpa sisik. Mempunyai tutup insang sepasang. Terdiri dari 37 bangsa, meliputi lebih dari 340 suku.

B. MAMALIA

a. ciri-cirinya:
• Tubuhnya herbage atas kepala (kaput), leher (serviks), badan (trunkus), Dan ekor (kauda)
• Badan tertutup oleh rambut
• Antara rongga dada dan rongga perut terdapat diafragma
• Mempunyai kelenjar susu
• Kulit memiliki kelenjar minyak
• Memiliki gigi dengan tipi gigi seri, taring, dan geraham
• Mempunyai dua pasang anggota gerak
• Bernafas dengan paru-paru
• Peredaran darah tertutup dan ganda

b. Klasifikasi mamalia
1. Manotremata (mamalia berparuh dan berkloaka)
Pemakan invertebrate yang hidup di air. Hewan ini berparu, bertelur, mengeram, tubuhnya berambut Dan tidak mempunyai daun telinga. Gigi hanya ada sebelum dewasa. Hewan jantan mempunyai taji yang berhubungan dengan kelenjar racun. Hewan betina tidak memiliki rahim, vagina dan putting susu, tapi menyusui anaknya
2. Insectivore (mamalia pemakan insekta)
Memiliki jari lima dan gigi yang runcing
3. Carnivore (mamalia pemakan daging)
Memiliki gigi taring yang besar dan panjang, gigi seri kecil, uterus herbage dua, memiliki cakar yang tajam.
4. Rodentia (mamalia pengerat)
Berjari lima, tidak memiliki gigi taring, gigi seri berbentuk pahat yang dapat tumbuh terus.
5. Lagomorpha
Seperti rodentia, ekor pendek, kuat yang bias digerakkan.
6. Sirenia (sapi laut)
Tidak memiliki daun telinga dan tulang belakang, tungkai depan seperti dayung, kulit tebal dan sedikit rambut, hidup di laut atau air tawar.
7. Cetacea (paus)
Tidak memiliki daun telinga, rambut Dan kelenjar kulit, jari lebih dari liama (hiperdaktili)

8. Chiroptera (mamalia bersayap tangan)
Pemakan buah-buahan dimalam hari, gigi runcing tajam, kaki depan lebih kecil, terdapat selaput diantara jari-jari.
9. Dermoptera (mamalia bersayap kulit)
Mirip kelelawar dengan lipatan kulit berbulu dari leher. Terkenal dengan julukan “monyrt terbang”
10. Marsupialia (mamalia berkantong)
11. Proboscidea (mamalia berprobosis)
Hidung menjadi belalai, tubuh besar, kepala besar, memiliki gading, dapat mencapai umur 50 tahun, hidup berkoloni.
12. Pinnipedia
Termasuk karnivor yang tidak ada di indonesia.
13. Pholidota (mamalia bersisik, tak bergigi)
Contohnya trenggiling
14. Perissodactyla (mamalia berjari ganjil)
15. Artiodactyla (mamalia nerkuku genap)
16. Primata
Pada umumnya setiap melahirkan hanya satu anak, tangan dan kaki berjari lima yang dapat untuk memegang

c. peranan bagi kehidupan manusia
• Sumber protein hewani
• Sumber bahan makanan, pakaian
• Untuk transportasi
• Membantu menjaga
• Membantu polisi dalam kriminalitas, misalnya anjing
• Pertunjukan
• Bahan prektikum

Berberapa contoh mamalia
Mamalia Sirenia
Duyung
Sejenis binatang yang hidup di laut. Terdapat di lautan tropika membentuk kelompok-kelompok kecil. Panjang 2-3 meter, bobot 150 – 200 kg, mengambil nafas di permukaan air dan dapat bertahan menyelam selama 15 menit. Pemakan rumput dan binatang –binatang kecil di perairan dangkal pada waktu malam. Pada siang hari lebih suka tinggal di bagaian laut yang paling aman. Jantan bertaring sepasang, panjang 10 cm. Betina hamil selama 12 bulan dan melahirkan seekor anak. Putingnya terdapat di bawah sirip dada. Banyak diburu orang untuk diambil taring, lemak, daging, dan air matanya. Sekarang jenis ini dilindungi UU RI.


Mamalia Chiroptera, Kalong
Jari-jemari anggota depan sangat memanjang dan dihubungkan oleh jaringan selaput kulit untuk terbang.


Mamalia Cetacea, Paus Biru
Mamalia terbesar yang hidup di dunia. Air sekelilingnya mampu menopang dan meringankan tubuh.

Mamalia primata

Orang utan (Pongo pygmaeus)
Sejenis kera yang menyerupai manusia, terdapat di Kalimantan dan Sumatera. Tinggal di dalam hutan lebat dan hampir selalu di atas pohon. Pemakan segala macam buah dan daun tetapi tidak mengganggu kebun. Orang utan dan semua jenis kera tak berekor dilindungi UU.




Bekantan – long nosed monkey (Nasalis narvatis)

Bekantan hanya terdapat di Kalimantan dan daerah dataran rendah, hidup bergerombol, sering terdapat di hutan-hutan berawa dan hutan bakau, gemar mandi dan pandai berenang. Suka makan buah yang lunak, tetapi makanan aslinya berupa kuncup dan tunas pohon bakau. Tidak merugikan dan tidak garang. Dilindungi oleh undang-undang.


C. AVES
a. ciri-cirinya:
• Tubuhnya terdiri atas kepala, badan ekor
• Badannya berbulu
• Mulut tidak bergigi
• Paruh dibentu oleh maksila (rahang atas), mandi bula (rahang bawah)
• Anggota gerak dapat berupa sayap
• Peredaran darah tertutup dan berganda


b. klasifikasi aves
Yang sudah punah:
1. Aepyornithiformes
2. Dinornithiformes
3. Hesperornis dan ichthyornis
4. Archaeopteryx
5. Diatryniformes

Yang masih ada:
1. Rosares (galliformes)
Kaki berfungsi untuk mengais dan berlari, paruh pendek.
2. Ratites (palaeognathae)
Burung yang tidak bisa terbang.
3. Anseriformes (burung perenang)
Berkaki pendek, memiliki selaput renang antara jari-jari kaki, ekor pendek, paruh melebar
berkrista penyaring.
4. Ciconiiformes
Berkepala botak, memiliki paruh, leher dan tungkai panjang, hidup bergerombol, memakan hewan air.
5. Coraciiformes (burung raja)
6. Columbiformes (burung merpati)
7. Apodiformes (burung dengung)
Tubuh berukuran ±5,6 cm, paruh lembek, lidah panjang dan dapat dijulurkan, membuat sarang dari ludahnya.
8. Oscines (passeriformes) burung penyanyi
Pita suara berfungsi bagus, kaki untuk bertengger, pemakan serangga dan biji-bijian.

c. peran aves bagi kehidupan manusia
• Daging dan telurnya sumber protein hewani
• Obat
• Bahan industri
• Dapat menjadi lapangan kerja dengan berternak
• Ada yang dilatih untuk dilombakan, misalnya merpati
• Sebagai predator alami
• Bahan praktikum
Berberapa contoh aves
Burung
Tulangnya ringan tapi kuat untuk terbnag. Tulang tubuh memipih dan bersatu pada tulang belakang yang pendek dan menopang sayap.

Alap-alap tikus (Elanus caeruleu)
Burung alap-alap tersebar hamper di seluruh daerah panas di asia, biasanya terdapat di padang luas Dan menyukai tanah-tanah perkebunan. Makanannyaterutama tikus Dan karena itu burung alap-alap ini dilindungi oleh hokum. Mangsa lainnya adalah serangga besar, kepiting, dan katak. Berburu mangsanya sendiri saja, sering dilihat melayang-layang di atas sawah mencari mangsanya di tanah. Burung ini terdapat di daerah pantai hingga daerah yang tingginya 1500m.



Burung elang (Haliastur indus intermedius)
Burung buas yang terkenal di Indonesia ini, ialah burung elang yang suka memburu binatang yang agak besar, terdapat di seluruh tanah perkebunan, sepanjang pantai laut dan pelabuhan-pelabuhan. Terutama sekali mereka suka memakan bangkai bekas makanan binatang buas dan kadang-kadang merekalah yang membantu sebagai penyebar penyakit hewan, juga sering memangsa mangsanya yang hidup (ikan, kepiting, serangga dan kadal) dan kadang-kadang memburu kelelawar.
Burung ini mengeram selama bulam maret hingga agustus, sarangnya yang berisi 2 sampai 3 telur terdapat di atas pohon yang tinggi. Penyebarannya luas dari India sampai kepulauan Salomon di Pasifik.

D. AMPHIBIA
a. ciri-cirinya:
• Hidup di dua alam, air dan darat
• Hewan poikiloterm (berdarah dingin)
• Kulit lembab berlendir
• Dua pasang anggota gerak, untuk berjalan dan berenang
• Alat pernapasan berupa kulit, paru-paru dan insang.

b. klasifikasi amphibia
1. Ordo Urodela (Caudata)
2. Ordo Apoda (Gymnophiona)
3. Ordo Anura (Salientia)

c. peran bagi kehidupan manusia
• Diambil racunnya sebagai penguat denyut jantung, racun bufotalin dan racun bufotenin
• Untuk tes kehamilan, contohnya bofomelanosticus
• Keperluan praktek
• Membinasakan nyamuk
• Jenis urodela dan rana sp disukai orang jepang atau cina sebagai makanan.
• Di pertanian berperan sebagai biological control (pengendali hayati alamiah)
Berberapa contoh amphibia

Katak
Tengkorak lebar memipih, tulang leher hanya satu. Tulang rusuk meredusir, mengecil. Tulang kaki panjang, untuk berenang dan melompat.

E. REPTILIA
a. ciri-cirinya:
• Tubuhnya terdiri dari kapala, leher, badan, ekor, dengan kepala yang relatif kecil, ekor tidak mengalami penulangan
• Dapat ber autotomi
• Kulitnya kering, bersisik dari zat tanduk, tak berlendir dan sedikit mengandung kelenjar
• Bergerak dengan melata atau merangkak
• Alat pernapasan paru-paru dengan trakea bercincin tulang rawan
• Peredaran darah tertutup

b. klasifikasi reptilia
1. Ordo Rhynchocephalia
Terdiri dari reptil primitif, reptilia tertua yang dikenal hingga sekarang, yang masih hidup sampai sekarang adalah tuatera.
2. Ordo Chelonia
Tubuh pendek dan melebar dilindungi karapas dan plastron. Tidak bergigi dan lidah tidak dapat dijilurkan.
3. Ordo crocodilia (Loricata)
Berkulit tebal dan lidah pipih tak dapat di julurkan, di pangkal lidah terdapat lipatan transversal sebagai penutup faring sewaktu membuka mulut di air, tidak mempunyai kandung kemih.
4. Ordo Squamata
a) Lacertilia (sauria)
Gigi melekat pada rahang, lidah dapat dijulurkan, kelopak mata dapat dipejamkan
b) Ophidia (serpentes)
Pada umumnya tidak berkaki, lidah bercabang dua, dapat dijulurkan dalam keadaan tertutup, gigi melengkung ke dalam, kelenjar parotis ada yang menghasilkan racun dan keluar lewat lubang taring. Terdapat tulang kuadrat bebas dari dari tulang kepala dan mandibula, sehingga dapat dibuka lebar-lebar untuk menelan mangsa, penciuman tajam karena memiliki organ jacobson, memiliki satu paru-paru. Kopulasi dengan sepasang homopenis.

c. peran dalam kehidupan manusia
• Sebagai predator alami
• Sebagai bahan pangan
• Bahan obat-obatan, misalnya minyak ular dan racun ular
Berberapa contoh reptilia

Buaya Muara (Crocodylus porosus)
Dapat mencapai ukuran 7 meter atau lebih. Populasinya sudah sangat langka karena diburu untuk diambil kulitnya. Sudah dilindungi UU.
Biawak Nyambik ( Varanus nebulonsus )
Biawak kecil berukuran sekitar 1 meter, adanya di dekat air. Pemakan ikan dan katak. Jenis ini sudah langka di Jawa.

sumber: museum zoologi bogor

2 komentar:

yndmn mengatakan...

makasih atas infonya, yang cukup bemanfaat
tapi kok kurang lengkap

Chetra mengatakan...

ok sama" itu saya baru balik dari museum zoologi bogor, jd itu berdasarkan yg ada d sana aja,

thanks for reading

Poskan Komentar

jangan lupa komentar nya!

Entri Populer

OL